Sore
itu hujan masih saja turun membasahi bumi, ada keraguan untuk berangkat
ke Karangasem mengabadikan tarian ini atau menunggu tahun depan.
Kesepakatan akhirnya memutuskan untuk "gambling" coba saja berangkat
kalau tetap hujan dan tidak menari paling tidak kita tahu lokasi desanya
dimana, karena jujur saya sama sekali belum pernah kesana.
Setengah tujuh malam ketika kami sampai disana, tanah masih basah dan
hujan masih rintik rintik, kami bertemu dengan 3 anak perempuan yan
Perasaan senang dan gembira ketika kami sampai di rumah itu bertemu
dengan orang tua mereka dan mengobrol bersama mereka serta kami di
berikan nomor HP beliau untuk bisa di kontak sewaktu waktu ada acara
budaya disana, ternyata masyarakat disana senang bisa menerima teman
teman seperti kami untuk bisa mengabadikan budaya mereka yang hampir
punah ini.
Jam delapan lebih sedikit ke empat penari cilik ini di
ajak ke salah satu pura untuk "ngukup" yaitu untuk memanggil roh suci
Bidadari untuk emrasuki raga mereka, hanya yang perempuan saja boleh
masuk dan menemani mereka sedangkan yang laki harus menunggu di luar.
Sangyang dedari
Di tarikan oleh 4 orang gadis yang belum menginjak dewasa, yang juga di
mohonkan untuk menari di batang bambu yang menjulang kurang lebih 7 mtr
dengan iringan lagu rohani pula.
Tarian sakral ini di tujukan
untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa yang turun bermanipestasi
sebagae Dewi Seri agar melimpahkan karuniaNya pada Padi padi yang di
tanam dengan hasil yang melimpah tanpa hama.
Setelah kurang lebih
20-30 menit di dalam Pura tiba tiba para wanita separuh baya berlarian
sambil menggotong penari penari ini yang sudah tidak sadarkan diri untuk
dibawa ke perempatan. Setelah semua disiapkan sedemikian rupa, mulailah
para ibu ibu bernyanyi menyanyikan lagu-lagu lama dengan berbahasa Bali
tanpa musik satupun.
Para penari mulai berdiri dan berlarian
tanpa alas kaki di tanah berbatu ...kemudian taraian mereka pun terlihat
, merunduk, mengepakkan sayap dgn mata tertutup.
Para penari ini
sangat peka ..sedikit saja ada suara maka mereka atau salah satu
diantara mereka akan mencari sumber suara tersebut dan mengibaskan
selendangnya untuk tidak bersuara, atau saat salahs atu dari kami
berdiri untuk mengambil gambar dgn angel atas mereka datang dan mengibas
ngibaskan seendangnya untuk duduk tidak boleh berdiri. Tetua yang ada
di sebelah saya mengatakan ketika Dedari itu menghampiri dna mngibaskan
selendangnya kita harus mengikuti kalau tidak mereka akan ngambek atau
pergi dan tidak mau menari.....
Lampu yang ada hanyalah lampu
satu lampu mercuri sebagai peneranagn disana, kami sama sekali tidak
diijinkan untuk menggunakan flash/cahaya karena akan mengganggu prosesi
acara mereka.
Beberapa lelaki datang membantu dgn membawa dua
bamboo berukuran besar danntinggi antara 7-8 meter dan di pancangan di
tanah..dua penari Sanghyang dedari kemudian menghampiri bambu tersebut
dan mulai memanjat dengan lincahnya.. dan sesampai di atas mereka menari
tanpa takut akan jatuh. Setelah itu sekitar 35-45 menitan bambu
tersebut di terlentangkan dna para penari menari dgn gaya kayang dgn
kegemulaian badannya.
Sekitar 15 menit gerakan tersebut dilakukan
bergantian, tiba -tiba mereka berlarian menuju ke arah salah satu pura
kurang lebih 100m dari tempat kami memotret, jalannya gelap dan berbatu
serta tidak rata. Kami membayangkan bagaimana mereka bisa berlari dgn
mata tertutup di bebatuan tersebut menuju pura tanpa satupun penerangan,
sedangkan kami ketika mengikuti dgn berjalan kaki dan memakai senter
saja kesusahan, rasa penasaran dan suasana magis masih terasa ketika
kami sampai di Pura.
Para Dedari ini berlarian dan berlompatan
menaiki tembok tebok pembatas pura, dan anehnya tidak satupun kaki
mereka terluka setelah berlari tadi.
Kurang lebih 20 menit
prosesi di pura ini kemudian mereka di sadarkan dengan memercikkan air
suci dari pemangku setempat, terlihat kelelahan di mata mereka.
Kami pamit pulang sekitar jam 23.26 dari lokasi ini.
Sebuah desa yang asri dengan penduduk yang ramah....kami akan kembali.
Semua poto poto disini diambil dengan camera SONY ILCE 6000
Lensa fix 35