Kamis, 16 Juli 2015

Vedic Math


http://hinduism.about.com/od/basics/a/yamas_niyamas.htm

By Subhamoy Das
Vedic Math essentially rests on the 16 Sutras or mathematical formulas as referred to in the Vedas. Sri Sathya Sai Veda Pratishtan has compiled these 16 Sutras and 13 sub-Sutras. The links below take you to the explanation, meaning and methods of application with examples for these Sutras.
Vedic Math dasarnya terdiri dari 16 Sutra atau rumus matematika sebagaimana dimaksud dalam Veda. Sri Sathya Sai Veda Pratishtan telah disusun 16 Sutra dan 13 sub-Sutra ini. Link di bawah ini membawa Anda ke penjelasan, makna dan metode aplikasi dengan contoh untuk Sutra ini.
Ekadhikina Purvena
(Corollary: Anurupyena)
Meaning: By one more than the previous one
Artinya: Dengan satu lagi dari yang sebelumnya
Nikhilam Navatashcaramam Dashatah
(Corollary: Sisyate Sesasamjnah)
Meaning: All from 9 and the last from 10
Artinya: Semua dari 9 dan terakhir dari 10
Urdhva-Tiryagbyham
(Corollary: Adyamadyenantyamantyena)
Meaning: Vertically and crosswise
Artinya: Vertikal dan melintang
Paraavartya Yojayet
(Corollary: Kevalaih Saptakam Gunyat)
Meaning: Transpose and adjust
Artinya: Transpose dan menyesuaikan
Shunyam Saamyasamuccaye
(Corollary: Vestanam)
Meaning: When the sum is the same that sum is zero
Artinya: Ketika jumlahnya sama maka penjumlahan nol
(Anurupye) Shunyamanyat
(Corollary: Yavadunam Tavadunam)
Meaning: If one is in ratio, the other is zero
Artinya: Jika salah satu rasio, yang lain adalah nol
Sankalana-vyavakalanabhyam
(Corollary: Yavadunam Tavadunikritya Varga Yojayet)
Meaning: By addition and by subtraction
Artinya: Dengan penambahan dan pengurangan
Puranapuranabyham
(Corollary: Antyayordashake'pi)
Meaning: By the completion or non-completion
Artinya: Dengan penyelesaian atau tidak-selesai
Chalana-Kalanabyham
(Corollary: Antyayoreva)
Meaning: Differences and Similarities
Artinya: Perbedaan dan Persamaan
Yaavadunam
(Corollary: Samuccayagunitah)
Meaning: Whatever the extent of its deficiency
Artinya: Apapun tingkat kekurangan nya
Vyashtisamanstih
(Corollary: Lopanasthapanabhyam)
Meaning: Part and Whole
sebagian atau seluruhnya
Shesanyankena Charamena
(Corollary: Vilokanam)
Meaning: The remainders by the last digit
Artinya: Sisanya oleh digit terakhir
Sopaantyadvayamantyam
(Corollary: Gunitasamuccayah Samuccayagunitah)
Meaning: The ultimate and twice the penultimate
Artinya: terakhir dan dua kali kedua dari belakang
Ekanyunena Purvena
(Corollary: Dhvajanka)
Meaning: By one less than the previous one
Artinya: Dengan satu kurang dari yang sebelumnya
Gunitasamuchyah
(Corollary: Dwandwa Yoga)
Meaning: The product of the sum is equal to the sum of the product
Artinya: Produk dari jumlah tersebut sama dengan jumlah produk
Gunakasamuchyah
(Corollary: Adyam Antyam Madhyam)
Meaning: The factors of the sum is equal to the sum of the factors
Artinya: Faktor dari jumlah tersebut adalah sama dengan jumlah dari faktor






Vedic Math essentially rests on the 16 Sutras or mathematical formulas as referred to in the Vedas. Sri Sathya Sai Veda Pratishtan has compiled these 16 Sutras and 13 sub-Sutras. The links below take you to the explanation, meaning and methods of application with examples for these Sutras.


  1. Ekadhikina Purvena
    (Corollary: Anurupyena)
    Meaning:
    By one more than the previous one
  2. Nikhilam Navatashcaramam Dashatah
    (Corollary: Sisyate Sesasamjnah)
    Meaning: All from 9 and the last from 10
  1. Urdhva-Tiryagbyham
    (Corollary: Adyamadyenantyamantyena)
    Meaning: Vertically and crosswise
  2. Paraavartya Yojayet
    (Corollary: Kevalaih Saptakam Gunyat)
    Meaning: Transpose and adjust
  3. Shunyam Saamyasamuccaye
    (Corollary: Vestanam)
    Meaning: When the sum is the same that sum is zero
  4. (Anurupye) Shunyamanyat
    (Corollary: Yavadunam Tavadunam)
    Meaning: If one is in ratio, the other is zero
  5. Sankalana-vyavakalanabhyam
    (Corollary: Yavadunam Tavadunikritya Varga Yojayet)
    Meaning:
    By addition and by subtraction

  6. Puranapuranabyham
    (Corollary: Antyayordashake'pi)
    Meaning: By the completion or non-completion
  7. Chalana-Kalanabyham
    (Corollary: Antyayoreva)
    Meaning: Differences and Similarities
  8. Yaavadunam
    (Corollary: Samuccayagunitah)
    Meaning: Whatever the extent of its deficiency

  9. Vyashtisamanstih
    (Corollary: Lopanasthapanabhyam)
    Meaning:
    Part and Whole
  10. Shesanyankena Charamena
    (Corollary: Vilokanam)
    Meaning:
    The remainders by the last digit
  11. Sopaantyadvayamantyam
    (Corollary: Gunitasamuccayah Samuccayagunitah)
    Meaning: The ultimate and twice the penultimate
  1. Ekanyunena Purvena
    (Corollary: Dhvajanka)
    Meaning: By one less than the previous one
  2. Gunitasamuchyah
    (Corollary: Dwandwa Yoga)
    Meaning: The product of the sum is equal to the sum of the product
  3. Gunakasamuchyah
    (Corollary: Adyam Antyam Madhyam)
    Meaning:
    The factors of the sum is equal to the sum of the factors
Vedic Math Basics



Vedic Math essentially rests on the 16 Sutras or mathematical formulas as referred to in the Vedas. Sri Sathya Sai Veda Pratishtan has compiled these 16 Sutras and 13 sub-Sutras. The links below take you to the explanation, meaning and methods of application with examples for these Sutras.
  1. Ekadhikina Purvena
    (Corollary: Anurupyena)
    Meaning:
    By one more than the previous one
  2. Nikhilam Navatashcaramam Dashatah
    (Corollary: Sisyate Sesasamjnah)
    Meaning: All from 9 and the last from 10
  1. Urdhva-Tiryagbyham
    (Corollary: Adyamadyenantyamantyena)
    Meaning: Vertically and crosswise
  2. Paraavartya Yojayet
    (Corollary: Kevalaih Saptakam Gunyat)
    Meaning: Transpose and adjust
  3. Shunyam Saamyasamuccaye
    (Corollary: Vestanam)
    Meaning: When the sum is the same that sum is zero
  4. (Anurupye) Shunyamanyat
    (Corollary: Yavadunam Tavadunam)
    Meaning: If one is in ratio, the other is zero
  5. Sankalana-vyavakalanabhyam
    (Corollary: Yavadunam Tavadunikritya Varga Yojayet)
    Meaning:
    By addition and by subtraction

  6. Puranapuranabyham
    (Corollary: Antyayordashake'pi)
    Meaning: By the completion or non-completion
  7. Chalana-Kalanabyham
    (Corollary: Antyayoreva)
    Meaning: Differences and Similarities
  8. Yaavadunam
    (Corollary: Samuccayagunitah)
    Meaning: Whatever the extent of its deficiency

  9. Vyashtisamanstih
    (Corollary: Lopanasthapanabhyam)
    Meaning:
    Part and Whole
  10. Shesanyankena Charamena
    (Corollary: Vilokanam)
    Meaning:
    The remainders by the last digit
  11. Sopaantyadvayamantyam
    (Corollary: Gunitasamuccayah Samuccayagunitah)
    Meaning: The ultimate and twice the penultimate
  1. Ekanyunena Purvena
    (Corollary: Dhvajanka)
    Meaning: By one less than the previous one
  2. Gunitasamuchyah
    (Corollary: Dwandwa Yoga)
    Meaning: The product of the sum is equal to the sum of the product
  3. Gunakasamuchyah
    (Corollary: Adyam Antyam Madhyam)
    Meaning:
    The factors of the sum is equal to the sum of the factors
Vedic Math Basics

Minggu, 12 Juli 2015

jadikan anak cerdas rekening gendut



085 338 052 930

Juara adalah kebiasaan.. Bukan hasil kebut semalam

Ayo biasakan anak berlatih menjadi Juara dengan cara yang lebih menyenangkan

Berlatih Soal dengan Cara Menyenangkan

Dengan sistem INDIKATOR BELAJAR dan POINT, kini, berlatih soal bagi anak menjadi sesuatu yang menyenangkan. Layaknya sebuah game!

program berlatih soal dari SD hingga SMA. Putra-putri Anda akan berlatih soal sesuai tahapan kelasnya. Tidak perlu lama-lama, hanya 30 menit berlatih soal setiap harinya.

Melejitkan Prestasi secara Terukur

IONIA membuat anak bersemangat untuk menyelesaikan tahapan-tahapan belajar. Dengan IONIA, anak termotivasi berlatih untuk disiplin dan fokus

Anak Berprestasi, Orang Tua Bangga, Keluarga Harmoni

Meskipun sibuk, Orang tua dapat melihat secara detail perkembangan anak dari hari ke hari. Sistem raport IONIA akan memotivasi Anda untuk lebih menyelami anak dan membantunya lebih berprestasi

Dapatkan bonus hingga jutaan rupiah dengan menjadi reseller

Profit Referal

Jika Anda mereferensikan sistem belajar IONIA ke rekan Anda, dan rekan Anda mengikuti program IONIA, maka Anda berhak atas pembagian profit referal. Setiap Anda mereferensikan, Anda akan mendapatkan Rp 20.000,-/referal.

Berikut ini contoh perhitungan profit yang Anda dapatkan ketika mereferensikan:


Bagaimana kita dapat membantu meningkatkan prestasi akademik putra-putri Anda?

  • {1}

    Pengulangan adalah Ibu Segala Ketrampilan.

    Berlatih, berlatih, dan berlatih. Itulah kuncinya dalam menguasai materi. Problemnya, tidak banyak anak yang telaten untuk mengulang-ulang pelajaran. IONIA membuat terobosan dengan Indikator Belajar dan Sistem Point, membuat mengulang pelajaran layaknya sebuah game!
  • {2}

    Membantu Pola Disiplin Putra-Putri Anda.

    Tidak ada prestasi tanpa kedisiplinan. IONIA mengajak putra-putri Anda untuk berlatih soal hanya 30 menit per hari. Tidak perlu berjam-jam. Cukup 30 menit per hari tetapi rutin. Dengan kebiasaan berlatih soal 30 menit per hari akan membantu meningkatkan pola disiplin dan rasa tanggung jawab pada anak. Dengan disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi, prestasi pun dapat diraih.
  • {3}

    Fun for Focus.

    Layaknya sebuah game, anak tertantang untuk menyelesaikan sebuah level permainan dengan tenggat waktu tertentu. Mereka akan berusaha untuk terus menyelesaikan dengan baik hingga level tertinggi. Pola ini kita terapkan di IONIA melalui sistem point. Putra-putri Anda akan bersemangat untuk mengumpulkan poin dan mendapat gift-gift digital sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka.




Kelebihan Berlatih Soal menggunakan Sistem online


Indikator Belajar


Indikator belajar IONIA divisualisasikan seperti batere. Jika batere sudah berwarna hijau, maka anak Anda sudah dinilai menguasai materi. Indikator belajar diukur dari kecepatan anak mengerjakan soal dan kebenaran jawaban. Dengan adanya indikator belajar, Anda dapat mengetahui kesiapan anak Anda menghadapi ujian. Jadi, gak perlu deg-degan lagi

Sistem Point


Sistem point adalah metode yang dianjurkan oleh para ahli pendidikan untuk melatih kedisiplinan anak dengan cara yang termotivasi. Setiap menyelesaikan latihan soal, anak akan mendapatkan point. Point dapat ditukar dengan gift sesuai dengan jumlah point yang didapat. Anak akan merasa tertantang selayaknya bermain game!

Melatih Fokus


IONIA akan mengukur kecepatan anak dalam mengerjakan soal. Kecepatan adalah salah satu faktor kesuksesan dalam mengerjakan ujian-ujian dari sekolah. Dengan memperhatikan waktu, anak akan berlatih sedikit demi sedikit untuk lebih cepat. Secara tidak sadar, anak akan berlatih untuk lebih fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakannya.

Melatih Disiplin


Anak akan diajak untuk berlatih setiap harinya 30 menit saja. Tidak perlu berjam-jam. Dengan demikian, secara tidak sadar anak akan dilatih untuk menjadi lebih disiplin dan tanggung jawab. Menurut ahli, jika seorang manusia melakukan sesuatu selama 28 hari berturut-turut, maka akan menjadi sebuah kebiasaan baru. IONIA membantu anak untuk mempunyai kebiasaan belajar

Laporan Kemajuan


Setiap berlatih akan dicatat secara detail, baik waktu pengerjaannya maupun benar salahnya. Anda akan mendapatkan laporan secara detail dan grafik kemajuannya. Hal ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan anak. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan, Anda dapat membantu memperbaiki kekurangannya jauh-jauh hari.

Fun & Happy!


Orang tua tidak perlu cemas lagi ketika anak menghadapi ujian. Dengan adanya Indikator belajar, Anda dapat mengetahui kesiapan anak. Dengan adanya sistem point, anak belajar dengan gembira. Layaknya sebuah permainan yang menantang untuk naik ke level berikutnya!

IONIA adalah program inovatif pembelajaran anak. Pertama dan satu-satunya yang menggunakan konsep INDIKATOR BELAJAR dan Sistem POINT. Belajar menjadi lebih menyenangkan dan lebih berprestasi

Info Kontak:

085 338 052 930
0361  -  464096




mm

Sabtu, 11 Juli 2015

Menjadikan anak cerdas

kenapa kita diajarin Trikaya Parisudha
berpikir yang baik, berkata yang baik
ini ajaran yang berkaitan dengan yoga 
ketika kita berpikir lalu berkata yang baik
kitalah orang pertama yang menikmati kebaikan tersebut. 70% diserap
oleh otak bawah sadar hanya 30% terlontar keluar
begitu juga sebaliknya ketika kita berpikir lalu berkata yangburuk
kita menikmati keburukan itu 70% musuh hanya kebagian 30% itupun kalau terserap
kalo musuh tahan banting n cuek maka tinggal kita yang menggelepar2 

Hypnoparent 
  1. Langkah awal adalah membuat sugesti yang akan anda sampaikan secara tertulis, agar kita tidak berpikir menyusun kalimat saat melakukan hypnosleep. Hendaknya pendek, singkat dan jelas. Perhatikan juga pemakaian kata yang tepat. Intinya adalah mengatakan apa yang kita inginkan dengan kalimat positif BUKAN mengatakan apa yang tidak kita inginkan.
  2. Amati jumlah tarikan napas subyek. Hendaknya 6-8 tarikan napas per menit. Ini untuk menjamin bahwa subyek tertidur pulas. Yang paling ideal adalah 6 – 7 tarikan napas per menit.
  3. Dekati subyek dengan lembut untuk melakukan by pass terhadap pikiran kritisnya. Goyang tubuh subyek dengan memegang dagunya. Goyangkan sedikit ke kiri dan kanan sambil mengucapkan kalimat berikut dengan mantap disertai nada suara rendah dan datar “Ini …….. (nama anda atau mama atau papa) yang bicara. Kamu bisa dengar …….(saya, mama, papa) namun tetap tutup mata! Kamu bisa dengar …….(saya, mama, papa) namun tetap tutup mata! Kamu bisa dengar …….(saya, mama, papa) namun tetap tutup mata!”
  4. Jika subyek tertidur sangat lelap kalimat di atas mungkin perlu diulangi beberapa kali  sehingga bisa menembus level pikiran bawah sadarnya. Lanjutkan “Jika kamu dengar gerakkan jari telunjuk/ibu jari  yang saya sentuh. Jika kamu dengar gerakkan jari telunjuk yang saya sentuh. Kamu bisa dengar …….(saya, mama, papa) namun tetap tutup mata!”
  5. Setelah itu bacakan sugesti yang telah anda susun tadi 3 atau 4 kali untuk memastikan sampai ke bawah sadarnya.
  6. Lalu tutup dengan kalimat berikut “Kalau saya berhenti bicara maka kamu akan kembali tidur nyenyak seperti tadi. Kamu tidak akan mengingat apa yang baru saya sampaikan tapi kamu merasakan suatu perubahan dalam dirimu ketika bangun esok pagi dengan sangat segar. Sekarang tidurlah kembali dengan sangat nyenyak!”
  7. Keesokan hari dan seterusnya berlakulah seperti telah terjadi perubahan. Jika belum melihat perubahan nyata secara janganlah gusar dan berpikiran negatif. Biarkan proses perubahan terjadi di dalam lebih dahulu. Bila perlu anda ulangi hypnosleep lagi pada malam harinya.
  8. Untuk mempercepat proses perubahan siapkan lingkungan yang kondusif. Jika sugestinya anak akan suka belajar maka anda tunjukkan dengan contoh bahwa anda juga suka belajar dan katakan singkat saja pada anak bahwa belajar itu menyenangkan.
  9. Ketika ia mulai menunjukkan perubahan jangan disabotase dengan kata-kata “Kok tumben ya sekarang suka belajar?” atau kata-kata semacam itu. Sebaliknya dukung dengan kalimat “Bagus makin hari belajar itu makin menyenangkan ya?”
  10. Tetap jaga pikiran anda agar positif. Jangan mulai berpikir “Ihhhh kok belum terjadi perubahan sih. Dasar anak bandel. Susah banget sih jadi baik?”
  11. Untuk setiap kasus yang anda sugestikan beri waktu sampai terjadi perubahan baru beralih ke kasus yang lain.

lontar Tutur Dewi Tapini~

“Ndah Ta Kita Sang Sujana Sujani, Sira Umara Yadnya, Wruha Kiteng Rumuhun, Rikedaden Dewa, Bhuta Umungguhi Ritekapi Yadnya, Dewa Mekabehan Menadya Saraning Jagat Apang Saking Dewa Mantuk Ring Widhi, Widhi Widana Ngaran Apan Sang Hyang Tri Purusa Meraga Sedaging Jagat Rat, Bhuwana Kabeh, Hyang Siwa Meraga Candra, Hyang Sadha Siwa Meraga “Windhune”, Sang Hyang Parama Siwa Nadha”

Artinya : Wahai kamu orang-orang bijaksana, yang menyelenggarakan yadnya, agar kalian mengerti proses menjadi kedewataan, maka dari itu sang Bhuta menjadi tempat/tatakan/dasar dari yadnya itu, kemudian semua Dewa menjadi sarinya dari jagat raya, agar dari dewa semua kembali kepada hyang widhi, widhi widhana (ritualnya) bertujuan agar sang Tri Purusa menjadi isi dari jagat raya, Hyang Siwa menjadi Bulan, Hyang Sadha Siwa menjadi windu (titik O), sang hyang parama siwa menjadi nadha (kecek), yang mana kesemuanya ini merupakan simbol dari Ong Kara.
~lontar Tutur Dewi Tapini~

Minggu, 05 Juli 2015

Plecing kangkung kuah pindang



ini jajanan saya waktu kecil
setiap dapat uang jajan yang dibeli plecing lalu dimakan sambil jalan namanya nekor
anak-anak sekarang malah ga suka sayur

plecing kuah pindang mmmmmm rasanya seperti ke swargan

kangkung akar dipotong dan dibersihkan hanya dipake yang mudanya. rebus lalu dibelah biarkan panjang
bumbunya: tomat, cabai besar dan kecil, terasi cirebon, garam, sedikit gula kalo suka ulek
kuah pindang direbus tambahin daun salam, laos dan daun limo
tumis bumbu. campur. campur kangkung, bumbu dan sedikit kuah pindang tambahkan perasan limo mmmmm  mabok dah
karena ada kuah jadinya nyemek-nyemek gimana gitu


denting genta

Dentingan suara genta seakan mengalun di dada,,,
seiring wewangian dupa yang memenuhi sukma,,
nyanyian nyanyian suci terdengar merdu dalam hati,,
lahirkan suasana damai yang bersemayam dalam Jiwa,,,

Kamis, 02 Juli 2015

Benang Tri Datu

Benang Tri Datu
Benang Tri Datu (Tridatu) adalah benang yang terdiri dari tiga macam warna yaitu : merah, putih dan hitam yang merupakan simbol manifestasi Hyang Widhi yang dibuat oleh pemangku di pura pada saat hari baik dan memiliki makna meningkatkan aura tersendiri.
Tiga warna benang Tri Datu juga sebagai lambang Kesucian Tuhan dalam manifestasinya sebagai Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Dewa Siwa (pelebur), disamping sebagai lambang Tri Kona, yaitu
Lahir,
Hidup dan
Mati,
Dengan memakai Tri Datu kita semakin terikat akan tiga perjalanan kelahiran kita ke dunia, setelah kita lahir dan sekarang kita hidup, yang kita tunggu adalah kematian, dengan adanya simbol ini kita akan selalu ingat akan lingkaran kehidupan bahwasanya kita akan menunggu kematian, agar kematian kita semakin baik dan yang kita cita-citakan maka kita selalu berbuat baik, maka dengan demikian bahwa dengan menggunakaan Benang Tridatu kita akan semakin mawas diri tentang perjalanan hidup ini selain selalu ingat akan Tuhan.
Dan sejarah pemakaian benang TRIDATU dimulai pada abad 14-15 saat Dalem Watu Renggong berkuasa menjadi raja diraja di Bali, saat menaklukkan dalem Bungkut / nusa oleh patih Jelantik, telah terjadi kesepakatan anatara Dalem Bungkut/Nusa dengan Dalem Bali, bahwa kekuasaan Nusa diserahkan kepada Dalem Bali begitu pula rencang dan ancangan Beliau (Ratu Gede Macaling) dengan satu perjanjian akan selalu melindungi umat Hindu / masyarakat Bali yang bakti dan taat kepada Tuhan dan leluhur, sedangkan mereka yang lalai akan dihukum oleh para rencang Ratu gede macaling,
Bila Beliau akan melakukan tugasnya maka Kulkul Pajenanengan yang kini disimpan dan disungsung di puri agung klungkung akan berbunyi sebagai pertanda akan ada malapetaka atau wabah, sehingga supaya dapat membedakan masyarakata yg Bakti dengan tidak ditandai dengan pemakaian benang TRIDATU, dan sejalan dengan identitas Hindu Bali maka benang TRIDATU merupakan Indentitas yang tidak tergantikan oleh apapun karena selalu dilindungi oleh kekuatan TUHAN