WANAPRASTHA YOGA.
KELAS YOGA THERAPY UNTUK LANSIA.
DIPANDU LANGSUNG GURU MADE SUMANTRA.
TEMAPT:: PASRAMAN MARKANDEYA YOGA CABANG DENPASAR.
JALAN HAYAM WURUK 199 H DEPAN POMPA BENSIN BARU DENPASAR BALI.
SETIAP HARI SELASA DAN JUMAT JAM 17.00 - 18.00.
Banyak dari kita hanya bisa mengeluh (atau ngomel di belakang) saat
menghadapi sikap rewel orang tua kita. Tapi, pernahkah Anda mencoba
mencari tahu apa penyebab kerewelan tersebut? Selain karena masalah
kesehatan, menurut Guru Made Sumantra, Guru Besar YOGA HEALING BALI
mental health therapist, ada banyak alasan lain di balik sikap rewel
orang tua, terutama yang sudah sepuh dan sakit-sakitan. Antara lain:
masalah-masalah yang secara psikologis ‘belum selesai’
Mungkin ada impian, target, atau ‘dendam’ yang belum kesampaian,
kepikiran terus, dan akhirnya muncul dalam bentuk sikap rewel atau
demanding. Misalnya, mereka kecewa karena anak-anaknya ternyata ‘tidak
jadi apa-apa’, padahal mereka ingin sekali punya anak yang sukses atau
kaya.
Menurut Guru Made, di usia tua ‘semestinya’ manusia secara
spiritual sudah sampai pada tahapan ikhlas; sudah menerima kenyataan
bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud. Pengalaman menjalani
asam-garam kehidupan selama puluhan tahun seharusnya telah mengajarkan
hal itu. “Masalahnya, ternyata cukup banyak orang tua yang belum
mencapai tahapan itu, sehingga tetap bersikap ngotot. Dan karena mereka
tidak bisa lagi mengejar sendiri impian itu, anak-anaklah yang dijadikan
‘sasaran tembak’.”
Mengajarkan sikap ikhlas kepada orang tua
tentu bukan hal mudah, terutama karena banyak orang tua selalu
menganggap putra-putrinya sebagai ‘anak kecil terus’, meskipun mereka
sudah beranak-pinak. “Mungkin kita bisa meminta dia untuk ikut Yoga
dengan standar Wanaprastha Asrama, yaitu pelatihan yoga yang memang di
khususkan untuk usia ini.
Dampak Negatif Permasalahan Orangtua Terhadap Anak Dan Pencegahannya
Sering kita liat di sekitar kita banyak orangtua mengabaikan perasaan
anak-anak mereka jika mereka mempunyai masalah dengan suami/istri-nya.
Mereka tidak perduli apakah masalah diantara mereka mempengaruhi
perkembangan anak atau tidak.
Kadang-kadang diamnya anak dianggap
sebagai pemahaman, tanpa orangtua mencari tahu tentang perasaan
anak-anak mereka. Anak-anak yang paling sering menjadi korban
permasalahan orangtua mereka. Dampak-dampak negatif permasalahan
orangtua terhadap anak seperti berikut ini:
1. Anak-anak bisa trauma, sehingga mereka bisa tiba sakit (untuk yang pertahanan tubuhnya lemah).
2. Prestasi belajar di sekolah jadi menurun, akibat kepikiran orangtuanya yang selalu ribut dan bertengkar setiap hari.
3. Terjadi perubahan sikap.
Anak menjadi lebih tertutup, nggak mau lagi bergaul dengan orang-orang
yang mengetahui bahwa orangtuanya nggak akur (akibat gossip tetangga dan
ejekan teman-teman), bahkan bisa menyebabkan si anak tidak respect lagi
pada orangtua sebagai akibat dari lunturnya kepercayaan si anak pada
sosok orangtuanya.
4. Image orangtua berubah di mata anak
Biasanya salah satu pihak akan dianggap “penindas” di mata si anak, entah itu ayah atau ibu. Tapi biasanya ayah.
5. Ketika dewasa, jadi takut menikah
Biasanya salah satu pihak akan dianggap “penindas” di mata si anak, entah itu ayah atau ibu. Tapi biasanya ayah.
6. Rentan terjerumus pada hal-hal negatif.
Biasanya karena pusing mau berpihak pada ayah atau ibu mereka. Jadi
lebih memilih untuk tidak memihak keduanya dan berusaha mencari hal baru
di luar rumah.
Dan Anak menjadi permisif terhadap hal negatif, jika
benteng keimanan yang dimiliki tidak cukup kuat, dan orangtua juga
kurang peduli terhadap anaknya (menganggap ketidakharmonisan dalam
keluarga tidak menyebabkan dampak apa-apa bagi si anak).
Orangtua
yang mempunyai konflik didalam rumahtangga mereka seharusnya segera
mencari solusi untuk mengatasi masalah antara mereka. Paling tidak
mereka harus berusaha mencegah agar permasalahan antara merekaa tidak
berlarut-larut.
Jika Saudara mengalami hal ini dalam rumah tangga,
saya sarankan ikutkan orang tua anda dalam Yoga Wanaprastha yang di
laksanakan di Pasraman Markandeya Yoga. Karena disini , jiwanya akan
dituntun kedamaian, dan pelapasan ikatan , dan diarahkan kekeiklasan
diri.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN.
Apabila hal ini belum
disadari dengan baik bukan tidak mungkin akan merupakan hambatan bagi
kita untuk memberikan bantuan secara holistik pada lansia, karena tujuan
utama pemberian bantuan perawatan kesehatan Lansia adalah agar para
Lansia memperoleh kesempatan untuk mencapai tujuan hidup yang sebenar
benarnya. Apabila tujuan hidup yang sebenar benarnya belum dapat
disadari dengan baik maka seolah olah apa yang telah dilakukan sudah
mencapai tujuan dan suatu saat nanti bila ia menyadarinya dengan
terlambat maka bukan tidak mungkin ia akan menyesal dan mengalami
kebingungan karena di masa lansia akan terjadi berbagai macam kelemahan
fisik yang tentunya akan semakin lama semakin bertambah berat. Masih
cukup banyak Lansia yang mengalami gangguan mental dan putus asa yang
akhirnya melakukan tindakan mengakhiri hidup dengan paksa.
Dengan
suatu upaya mengingatkan para Lansia akan tujuan hidup yang sebenarnya
dan memberikan bantuan petunjuk berbagai hal yang strategis untuk
memanfaatkan kelemahan Lansia sebagai suatu kekuatan dalam melakukan dan
berjalan menuju tujuan hidup yang sebenarnya sehingga diharapkan
ketenangan para Lansia akan semakin dapat dicapai dan kwalitas hidup
bahagia lansia akan semakin mudah di capai.
Marilah kita bersama
sama untuk saling mengingat dan menyadari akan diri sejati kita
masing-masing yang sebenar benarnya untuk kemudian memanfaatkan
kesempatan hidup kita dalam melakukan berbagai macam hal yang semestinya
kita lakukan di bumi dan bukan melakukan apa yang tidak semestinya kita
lakukan.
KESADARAN SUJATI
Sebagaimana kita ketahui kita
bukanlah sekedar otak dengan tubuh fisik saja, kita terdiri dari tubuh
fisik, jiwa dan Roh. Roh kita berasal dari Tuhan yang biasa disebut
percikan atau Zat Tuhan. Roh kitalah yang akan kembali kepada Tuhan.
Otak sebagai bagian dari tubuh fisik, bagian dari daging dan darah akan
kembali ke asalnya yaitu debu dan tanah.
Jadi dari sini dapat kita lihat bahwa diri sejati kita adalah Roh kita. Yang besemayam di dalam hati dan sebagian lagi diatas ,
Sebagai percikan Sang Pencipta Inti Roh yaitu Hati Nurani selalu
mengetahui kebenaran sejati, jauh melebihi apa yang dapat diketahui oleh
otak manusia. Tidak saja cakupan pengetahuannya jauh lebih dalam segala
hal dibandingkan dengan otak, tetapi hati nurani juga selalu mengetahui
apa yang diinginkan Tuhan atas diri kita. Karena itu apabila kita mau
melihat diri kita dengan lebih baik, kita harus melihat diri kita dari
sudut kesadaran sejati kita dengan hati nurani.
PERJALANAN HIDUP MANUSIA
Manusia dibatasi oleh kelima indera yang berfungsi hanya dalam dunia
fisik saja tetapi kita harus menyadari bahwa tubuh fisik dengan kelima
inderanya bagian kecil dari diri kita secara keseluruhan yang juga
terdiri atas jiwa dan roh. Sebenarnya tubuh fisik kita adalah bagian
kecil dari diri kita secara keseluruhan.Jadi dunia fisik yang sangat
luas ini hanyalah bagian kecil dari alam semesta secara keseluruhan.
Kehidupan kita di bumi ini hanya lah bagian kecil dari seluruh
perjalanan yang harus kita jalani.
Dalam menjalani hidupnya secara
teori kita sudah tahu bahwa tiada yang lebih penting dari pada untuk
dapat lebih dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi tingkat pemahaman
kebanyakan dari kita baru sampai pada taraf mengetahuinya saja. Walaupun
kita tahu bahwa tiada yang lebih penting dari pada kedekatan kita
dengan Tuhan Yang Maha Esa.
TUJUAN HIDUP MANUSIA
Mencapai
tujuan hidup yang sebenarnya tidaklah sulit, demikian banyak wejangan
Guru Made Sumantra dalam kelas Wanaprastha Asrama Yoga nya. Guru Made
Sumantra adalah Seorang spiritualis muda yang pernah mengalami
kesempatan untuk merasakan, menyadari perjalanan lengkap manusia ketika
masih hidup maupun setelah kematian, setelah keluar dari badan fisiknya
dan sadar sebagai diri sejati. Setelah mendapat kesempatan Guru ingin
untuk membantu sesame yang masih hidup untuk dapat mengisi hidup ini
dengan sesuatu kegiatan positif agar kelak permasalahan sesudah tidak
berbadan fisik lagi tidak terjadi. Untuk mencapai Tujuan hidup yang
sebenarnya dibutuhkan kesadaran.dan usaha yang sungguh sungguh dalam
mempraktekan yoga untuk mencapainya.
Setelah kita mencapai tujuan
hidup di dunia ini, marilah kita menyadarkan diri kita agar kita dapat
mengarahkan diri kita sebaik baiknya demi mencapai tujuan hidup yang
sebenarnya. Oleh karena panjangnya perjalanan hidup duniawi yang dilalui
oleh banyak orang, banyak yang terhenti di tengah jalan, karena
berbagai alasan dan hanya sebagian kecil saja yang dapat mencapai
puncaknya. Walaupun telah mencapai puncak prestasi secara duniawi pun,
apa yang telah dicapai belum menjamin bahwa yang bersangkutan telah
berhasil secara rohani.
Lalu karena tujuan hidup duniawi dan rohani
mungkin terlihat berbeda bagi sebagian orang, tujuan hidup yang manakah
yang lebih penting ? Bagi anda yang menyadari bahwa kehidupan di bumi
hanyalah kehidupan sementara saja, anda sadar bahwa tujuan hidup secara
rohanilah yang penting. Tujuan hidup secara rohanilah yang merupakan
tujuan hidup yang sebenarnya.
Lalu, apakah tujuan hidup yang
sebenarnya dari seorang manusia di bumi ini ? Apakah kita semua telah
melakukan hal – hal yang sesuai untuk tujuan hidup kita yang
sebenar-benarnya ini ?.
Seseorang yang hanya sibuk dengan tujuan
hidup duniawinya mungkin dapat berpuas diri di dunia, tetapi biasanya
orang orang seperti ini tidak mempunyai kedamaian dalam hatinya, karena
tanpa menyadari tujuan hidup rohani, tanpa pendekatan diri kepada Tuhan
ketenangan kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya belumlah terjadi.
Apabila para lansia memilih lebih menyadari akan tujuan hidup secara
rohani sebagai hal yang terpenting maka kesempatan hidup saat lansia ini
sebaiknya dimanfaatkan untuk semakin menyempurnakan sikap hidup agar
apa yang tersisa belum sesuai dengan tujuan hidup secara rohani dapat
dilakukan.
MELAKSANAKAN TUJUAN HIDUP
Dalam melaksanakan tujuan hidup diperlukan kesadaran dan usaha praktek yoga yang sungguh sungguh untuk mencapainya.
Kesadaran : diperlukan kesadaran akan tujuan hidup yang sebenarnya
perlu disadari tujuan hidup fisik dan rohani. Tujuan hidup fisik selalu
dalam keadaan sehat segar berenergi untuk melakukan berbagai hal untuk
mencapai kebahagiaan fisik, namun perlu diingat secara bersamaan akan
tujuan hidup spiritual yaitu kita hidup ini hanyalah untuk dapat belajar
menyadari hidup dan mengasihi Tuhan setiap saat sehingga di akhir
kehidupan fisik dapat kembali kepada NYA seutuh utuhnya.
Dengan
kesadaran seperti ini tentunya kita seharusnya memanfaatkan kesempatan
hidup ini hanyalah untuk melakukan berbagai hal yang memang semestinya
kita lakukan agar kita tidak kehilangan kesempatan untuk dapat kembali
kepadaNYA.
Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita dapat
melakukan hal ini, dengan cara apa kita dapat melakukan hal ini. Setelah
menyadari semua ini maka tinggal kita memanfaatkan kesempatan hidup
melakukan semua yang semestinya di lakukan ,Apabila baru di masa lansia
kita menyadari hal ini apakah kita terlambat?. Tidak dan tidak ada kata
terlambat, perjalanan kita untuk dapat lebih dekat kepada Tuhan, adalah
sangat jauh ditengah perjalanan kita akan berjumpa akan berbagai hal
yang akan selalu mengingatkan kita akan pencapaian tujuan hidup ini,
oleh karena itu nikmatilah setiap saat
MENYADARI KESEMPATAN HIDUP.
Kita sebagai manusia harus sadar , untuk apa kita hidup, untuk siapa
kita hidup, mengapa kita hidup, diaman kita hidup, dan bahaimana kita
menjalani hidup kapan kita hidup.
Tanpa kesadaran ini jelas kita akan bingung dengan sujatinya hidup kita.
MENYADARI TUJUAN HIDUP DIMASA LANSIA.
Kini kita sadar bahwa tujuan hidup yang sebenarnya mutlak kita harus
capai dalam hidup ini karena berhubungan dengan keberadaan hidup itu
sendiri, dan bukan untuk bermain main menikmati hidup tanpa tujuan yang
dapat menjerumuskan kita ke arah yang salah dan melupakan kesempatan
hidup. Kesempatan hidup yang kita miliki sangat singkat artinya kita
seharusnya memanfaatkan kesempatan yang ada ini dengan sebaik baiknya
agar tidak menyesal dikemudian hari saat masa kehidupan fisik ini
berakhir. Perlu diingat bahwa apa yang kita lakukan dibumi masih harus
kita pertanggung jawabkan nantinya setelah kehidupan fisik berakhir,
oleh karena itu betapa pentingnya kita mengevaluasi diri apakah kita
sudah sesuai dengan apa yang semestinya kita lakukan, apabila belum
marilah kita memanfaatkan kesempatan hidup ini dengan sebaik baiknya.
Apa saja yang perlu disadari di masa lansia dalam hubungan dengan
tujuan hidup yang sebenarnya itu sendiri. Sadari bahwa kita makhluk
istimewa yang mempunyai Otak dan Hati.
Otak berhubungan dengan
duniawi sedangkan hati berhubungan dengan otak dan spiritual. Oleh
karena itu mesti dimanfaatkan dengan sebaik baiknya.
PROGRAM PELATIHAN YOGA UNTUK LANSIA
Pada Wanaprastha Asrama Yoga, para lansia akan diajak untuk berlatih
mengolah tubuh, mengolah Rasa dan mengolah Jiwa, dengan Tujuan Utamanya
untuk menyadari dirinya sendiri. Tujuan Pelatihan itu seperti berikut:
Latihan menyadari tujuan hidup yang sebenarnya
Latihan menggunakan hati nurani
Latihan membuka hati untuk Tuhan
Latihan mengenal hati nurani
Latihan mengaktifkan hati nurani
Latihan menguatkan hati nurani
Latihan mengolah hati nurani
MARAKANDEYA YOGA INDONESIA
Guru Made Sumantra
www.markandeyayoga.wordpress.com