Senin, 22 Juni 2015

Karunia Tuhan

Karunia Hanya Bagi yang Serius
Secara tak sengaja, seseorang terpeleset hingga terjatuh ke dalam sumur yang dalam dan tidak bisa keluar, meskipun segala upaya telah dilakukan; dan kemudian ia pun mulai berteriak meminta pertolongan.
Atas karunia Tuhan, seseorang yang penuh belas kasih melintas dan membawakan seutas tali panjang dan menjulurkannya ke dalam sumur, agar orang yang terperangkap dapat keluar dengan cara memegang tali tersebut. Pribadi baik hati tersebut meminta pria itu untuk memegang tali dengan erat dan menyuruh untuk memanjat ke atas tali tersebut, sehingga ia bisa menariknya keluar dari sumur.
Namun, bukannya menuruti apa yang disarankan oleh pribadi baik budi tersebut, si pria terperangkap malah berteriak, "Wahai kawanku, tolong bantu aku agar tali itu dengan sendirinya bisa masuk ke genggaman tanganku."
PENJELASAN:
Pribadi baik hati tersebut tak berbeda dengan seorang guru kerohanian atau Tuhan sendiri. Beliau telah menurunkan tali penyelamatan ke dalam kegelapan terdalam dari kebodohan kita. Hanya dengan upaya yang sungguh-sungguh saja dalam memegang erat karunia tersebut maka kita dapat dibebaskan dari penderitaan material.
Bila kita tidak dengan sungguh-sungguh memberikan upaya-upaya terbaik kita, dan membuat diri kita sendiri berkualifikasi untuk mendapatkan karunia Tuhan, hampir tidaklah mungkin bagi kita untuk terselamatkan dari kondisi yang jatuh ini.
Sumber: Śrī Śrīmad Bhaktisiddhānta Sarasvatī Gosvāmī Prabhupāda, dalam Upākhyāne Upadesa, Volume 1 (2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar